Back To Daichi

20 Apr

Ini bukan promosi. Saya dan Mr Arimbawa tidak bekerja di perusahaan / anak perusahaan / MLM – nya Daichi.

Ceritanya gini. Sabtu lalu, si mba bilang mesin cuci rusak, nga bisa muter, tapi pengeringnya jalan. Setelah panggil tukang servis, katanya dinamo musti diganti, dan itu kisaran harganya 700rb. Buset dah, benerin sama beli baru beda dikit. Mesin cuci yang kami punya merk-nya sanken. Seinget saya, mesin cuci ini belum ada setahun kita beli, langsung rusak aja. Bisa jadi mba – nya agak kasar. Tapi bisa jadi juga, emang mesin cuci nya ngga bagus-bagus amat. Tapi gini. Sebelum mesin cuci ini, kami punya mesin cuci 2 tabung merek Daichi yang bertahan hampir 5 tahun.  Lha ini, merk Sanken belum nyampe setahun udah rusak aja.

Akhirnya diputuskan deh beli merk Daichi lagi Model DW 904 SZ L dua tabung semi otomatis, harga 1,3jt kapasitas 9 kg (setelah nawar bolak-balik)..lumayan kan harga segitu dapet kapasitas besar? Oiya, kalo untuk beli mesin cuci, saya lebih suka belinya di ruko elektronik, seperti cililitan atau jatinegara, dipastikan harganya lebih murah beberapa ratus ribu dibandingkan dengan hypermarket. Selain itu, merk lama seperti Daichi ini nga dijual di hypermarket.

Jadi, kenapa Daichi? Inget banget dulu dijelasin panjang lebar sama penjualnya kalo daichi biasanya jarang yang komplain dan kuat jadi tahan lama. Selain itu, ini merk Jepang, yang to some extent sebaiknya jangan dibandingin sama produk korea atau cina.

My opinion about Daichi setelah dibandingkan dengan merk lain dengan model twin tube dan kapasitas yang sama:

Body lebih kuat dibanding sanyo, sanken, dan lg. Ngetes nya gampang, tinggal di ketok-ketok aja bodynya. Langsung berasa ko, mana yang ringkih, mana yang kokoh. Dibagian dalem mesin pencuci Daichi, ada plastik untuk muter2 gitu deh. sementara dimesin cuci merk lainnya nga ada puterannya, cuma tube polos biasa. Hipotesisnya, baju kotor yang dicuci dengan puteran makin banyak, hasil cuciannya jadi lebih bersih. Dan yang terakhir, ini subyektif sih, saya emang lebih suka yang model konvensional begini karena lebih menarik diliat daripada mesin cuci yang modern but looks fragile. Kalo untuk promosi “hemat listrik”, yaa…so…so..lah! Kadang kita juga ngga bisa ngukur boros ngga nya sebuah home appliance.

#price never lies doesn’t apply in this case#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: